Tuesday, January 6, 2009

Peristiwa Titiwangsa

Dikala engkau berlari
Menyeru namaku
Dengan raungan
Dengan tangisan

Hati ku...
Terlebih dahulu telah mati
Anggotaku terlebih dahulu telah kaku

Hitam....
Kelam....
Tiada indahnya lagi
Padang permainan itu
Tiada serinya lagi
Titiwangsa bagiku
Bila darah dari mulut mu
Dengan deras jatuh kedadamu

Darah itu darah hatiku
Kepedihan mu itu
Merobek-robek uratku
Hentaman itu
Telah melumpuhkan aku

Maafkan kami
Atas parut yang kami tinggalkan
Namun ketahuilah......
Kasih Sayang ini
Masih belum berganjak
Walau seinci
Dari lubuk hati kami

1 comment:

Anonymous said...

wowww... pure dan genuine dari lubuk hati