Dikala engkau berlari
Menyeru namaku
Dengan raungan
Dengan tangisan
Hati ku...
Terlebih dahulu telah mati
Anggotaku terlebih dahulu telah kaku
Hitam....
Kelam....
Tiada indahnya lagi
Padang permainan itu
Tiada serinya lagi
Titiwangsa bagiku
Bila darah dari mulut mu
Dengan deras jatuh kedadamu
Darah itu darah hatiku
Kepedihan mu itu
Merobek-robek uratku
Hentaman itu
Telah melumpuhkan aku
Maafkan kami
Atas parut yang kami tinggalkan
Namun ketahuilah......
Kasih Sayang ini
Masih belum berganjak
Walau seinci
Dari lubuk hati kami
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
1 comment:
wowww... pure dan genuine dari lubuk hati
Post a Comment